Keuntungan Ternak Ikan Lele

Gambar oleh Pixabay

Keuntungan Budidaya Ikan Lele - Budidaya ikan lele, sudah lama populer dan diminati oleh masyarakat Indonesia. Dibandingkan dengan budi daya ikan air tawar lainnya, masyarakat lebih berminat untuk membudidayakan jenis ikan lele di berbagai daerah. Lantas, mengapa masyarakat sangat berminat/menyukai untuk membudidayakan lele, terutama jenis lele dumbo, jika dibandingkan dengan budi daya ikan air tawar lainnya? kita bisa menelaah potensi dari sisi keuntungan yang diperolah seseorang dengan membudidayakan ikan lele. Dengan  melihat prospek bisnis budidaya lele. Bukan tanpa alasan seseorang memilih ber-investasi usaha budi daya lele

1.       Tahan Banting

Ikan Lele termasuk ikan yang tahan banting. Ikan ini untuk dapat bertahan hidup, tidak memeriukan kondisi atau persyaratan khusus (jenis air) seperti ikan air tawar lainnya (ikan bersisik). Jika ikan jenis air tawar lainnya memerlukan oksigen terlarut dalam air yang cukup, sedangkan lele tidak begitu membutuhkannya. Lele bisa menghirup oksigen di udara dengan cara menyembul ke permukaan air, lele memiliki alat pernapasan tambahan yang disebut labirin atau arborescent. Kemampuan tersebut membuat ikan ini dapat dibudidayakan hampir pada setiap daerah dan di sembarang tempat. Seperti daerah yang minim air, bahkan di comberan/selokan, Syarat lele agar dapat dibudidayakan yaitu jangan menebar benih yang berukuran kecil gunakan benih  ukuran  sekitar 9-12 cm atau di atasnya. Meski dalam budi daya lele tak berarti kondisi air bisa diabaikan begitu saja. Untuk memicu pertumbuhan, produktivitas serta menjaga kesehatan lele tentu ketersediaan/pemeliharaan air dapat menjadi hal penting yang harus dilakukan.

2.       Masa Pemeliharaan Lebih Singkat.

Masa pemeliharaan lele lebih singkat dibandingkan masa pemeliharaan ikan air tawar lainnya, baik pembenihan sampai pembesaran. Sebagai contoh, Pembesaran lele yang dilakukan secara intensif hanya membutuhkan waktu  2 - 3 bulan untuk mencapai ukuran konsumsi. Kondisi di atas berbeda dengan ikan air tawar lainnya yang memerlukan waktu pemeliharaan lebih lama. lkan nila misalnya, memerlukan waktu sekitar 5 - 6 bulan, sedangkan gurami membutuhkan waktu lebih dari satu tahun untuk panen

3.       Pilih Penebaran Rendah atau Padat?

Dalam budidaya,pembesaran dikatakan penebaran rendah, jika populasinya diantara 150-200 ekor/m3. Untuk sampai pada ukuran konsumsi, dibutukan waktu sekitar dua bulan. Artinya, satu tahun bisa dipanen sebanyak enam kali. Disebut penebaran padat jika populasi antara 200-350 ekor/m3. Untuk samapi pada ukuran konsumsi, dibutuhkan waktu sekitar tiga bulan. Artinya satu tahun bisa memanen lele sekitar empat kali. Lalu, lebih baik yang mana ? penebaran rendah atau padat ?
Menurut pengalaman beberapa petani, penebaran padat lebih menguntungkan. Meskipun memerlukan masa pemeliharaan yang lama dan trekuensi panen per tahun tak sesering penebaran rendah, tapi  produktivitasnya lebih tinggi, dibandingkan dengan dengan penebaran rendah. 

4.       Teknik Pemeliharaan Cukup Sederhana.

Dibandingkan dengan budi daya ikan lainnya, teknik yang digunakan pada pemeliharaan lele cukup sederhana. Peralatan serta bahan yang dipakai pun terbilang mudah ditemukan. Namun, ada satu aspek yang perlu diperhatikan, yakni ketelatenan. Pada tahap pembesaran, selama 10 hari pertama sejak penebaran, untuk tidak mengganti air sama sekali. Dalam pembesaran lele tidak memeriukan sistem air deras seperti pada pembesaran ikan mas.

5.       Siklus Keuangan Cepat.

Masa pembenihan dan pembesaran lele relatif singkat, membuat perputaran keuangan sangat cepat. tidak perlu menunggu lama untuk menikmati dari hasil pemeliharaan lele. Tips Jika  mempunyai kolam cukup banyak dengan perputaran keuntungan yang cepat dapat dimanfaatkan untuk membiayai operasional lainnya, seperti membeli bibit dan membeli pakan. Selain itu, petani dapat mengatur waktu panen agar dapat ber langsung setiap minggu/bulan. Caranya, penebaran bibit di beberapa kolam dilakukan secara bergilir dengan waktu yang diatur menurut rencana panen atau target pasar. 

6.       Benih Ikan Lele Relatif Lebih Murah dan Gampang Diperoleh.

Pada pembesaran lele, keuntungan lainnya adalah harga benihnya yang tidak terlalu mahal. Contoh kisaran harga benih lele ukuran 5-7 cm saat ini sekitar Rp 175 per ekor, namun masing-masing wilayah berbeda. Selain murah, benih lele mudah didapat, karena di setiap daerah terdapat petani unit pembenihan lele. 

7.       Relatif Tahan Terhadap Penyakit

Meskipun tanpa sisik, lele memiliki lendir yang melapisi kulitnya. Lendir ini untuk melindungi kulit atau tubuh lele, termasuk menangkal serangan penyakit. Hindari perlakuan yang dapat mereduksi atau mengikis lendir di kulit lele. Sehingga menghindarkan lele dari serangan berbagai penyakit.

8.       Permintaan Pasar Stabil.

Permintaan lele sangat stabil di pasaran, bahkan terus meningkat. Usaha budi daya lele seperti tidak ada matinya. Permintaan lele untuk konsumsi, terutama oleh warung tenda. Selain itu, supermarket, restoran, dan rumah makan juga membutuhkan pasokan lele konsumsi yang cukup tinggi dan terus-menerus. 

Dari uraian beberapa manfaat dan keuntungan budidaya ikan lele, hal ini menjelaskan bahwasannya usaha budidaya lele sangat mudah dan hasilnya akan sangat memuaskan manakala pembudidaya mampu memperhatikan hal - hal yang harus dilakukan dan yang terpenting adalah perawatan segi tempat penangkaran maupun pemberian makan dan sebaran benih.

0 Response to "Keuntungan Ternak Ikan Lele"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel