Jenis Ikan Lele Yang Dibudidayakan
Halo pembaca setia kali ini admin mau share ilmu lagi tentang
budidaya lele. Di Indonesia, terdapat dua spesies ikan lele yang
biasanya dibudidayakan oleh masyarakat.
Yaitu lele lokal atau nama latinnya (Clarias
Batrachus) dan lele dumbo (Clarias
Gariepinus). Selain 2 lele
tersebut masih terdapat ikan lele yang dikategorikan unggul seperti lele dumbo,
lele sangkuriang dan lele phyton. Setiap jenis ikan lele tersebut memiliki
keunggulan dan kekurangannya masing-masing. Berikut admin akan berbagi
penjelasan tentang lele yang dibudidayakan di indonesia,simak terus ya. hehehe
Ikan lele lokal, merupakan jenis
ikan lele yang dikenal umum di masyarakat. Sebelum lele dumbo diperkenalkan di
Indonesia. Namun saat ini jarang peternak yang membudidayakan jenis lele lokal
ini karena di rasa kurang menguntungkan. karena pertumbuhan lele lokal yang
kurang cepat . Lele lokal umur 1 tahun kalah besar dengan lele dumbo umur 2
bulan. Sehingga untuk menekan biaya produksi masyarakan lebih memilih lele
dumbo di banding lele lokal.
Lele lokal memiliki Food Convertion Ratio (FCR) tinggi, yang
artinya rasio pakan yang diberikan terhadap berat daging yang dihasilkan
tinggi. Perbandingannya lebih dari satu kilo pakan untuk dapat menghasilkan satu
kilogram daging dalam satu siklus budidaya. Selain itu, lele lokal pertumbuhannya
terbilang sangat lambat. Bila di dapat di bandingkan Lele lokal yang berumur
satu tahun, kalah besar dengan lele dumbo yang berumur 2 bulan.
Di indonesia terdapat 3 jenis lele
lokal, yaitu lele hitam, lele putih atau belang putih dan lele merah. Dari
ketiga jenis lele itu, lele hitam paling banyak digemari untuk dibudidayakan
dan konsumsi. Sedangakan untuk jenis lele putih dan merah lebih dibudidayakan oleh
masyarakat sebagai ikan hias .
Ikan Lele Dumbo
Tips cara membedakan lele dumbo
dan lele lokal yaitu dari warnanya lele dumbo memiliki warna hitam kehijauan
dan mempunyai patil yang tidak beracun. Lele ini tidak suka membuat lobang di tanah, sangat
cocok di budidayakan di kolam tanah. Meskipun kelebihannya dalam pertumbuhan
yang sangat cepat, lele ini juga memiliki kekurangan dari segi dagingnya,
daging lele dumbo bisa terbilang lembek daripada lele lokal.
Ikan Lele Sangkuriang
Ikan lele sangkuriang resmi
dilepas dan diperkenalkan Departemen Kelautan dan Perikanan sekitar 2004.
Penelitian ikan lele sangkuriang dilakukan oleh Balai Besar Pengembangan
Budidaya Air Tawar (BBPAT) Sukabumi sejak tahun 2002. Penelitian ini tercetus
atas kekhawatiran peternak lele dengan menurunnya kualitas lele dumbo.
Penurunan dapat terjadi karena kesalahan dalam menghasilkan benih dan
penyilangan. Sampai akhirnya diupayakan untuk bisa mengembalikan sifat-sifat
unggulnya dengan cara persilangan balik (back
cross).
lkan lele sangkuriang berasal dari
indukan betina lele dumbo generasi ke-2 atau F2 dan lele dumbo jantan F6.
Sedangkan indukan jantan merupakan keturunan F6 dari keturunan induk betina F2
itu.
Dari hasil perkawinan tersebut
didapat sifat-sifat unggul seperti kemampuan bertelur sangat banyak sekitar 40.000-60.000
butir per sekali pemijahan. Berbeda dengan kemampuan bertelur ikan lele lokal
sekutar 1000-4.000 butir. Lele Sangkuriang juga lebih tahan oleh penyakit,
dapat dibudidayakan pada air minim, dan kualĂitas daging yang baik.
Kelemahan jenis lele ini, peternak
tidak bisa membenihkan lele Sangkuriang dari induk lele Sangkuriang. Apabila mencoba
dibenihkan lagi, kualitasnya berbededa atau bahkan akan turun. Jadi pembenihan
lele ini harus dilakukan dengan persilangan balik.
Saat ini BBPAT sedang mencoba
memperkenalkan varian baru lele Sangkuriang, yaitu lele Sangkuriang II. Jenis
ini merupakan perbaikan dari Sangkuriang I. lele ini persilangan indukan jantan
F6 Sangkuriang dengan indukan betina F2 lele Afika. Indukan lele Afrika
ukurannya yang besar, bisa sampai 7 kilogram. Dipandang bisa memperbaiki sifat
genetis lele Sangkuriang.
lkan lele Phyton
Ikan lele phyton ditemukan oleh
petenak lele di Kabupaten Pandeglang,
Banten, pada tahun 2004. lele phyton adalah hasil dari persilangan induk lele
eks Thailand F2 dengan induk lele lokal. tidak diketahui apa spesies dari indukannya
serta dari generasi keberapa indukan ikan lele lokalnya berasal. Indukan
didapat dari ikan lele lokal yang bi dibudidayakan masyarakat setempat. tetapi
berdasarkan beberapa sumber, jika jenis lele ini berasal dari induk betina lele
eks Thailand F2 dengan induk jantan lele dumbo F6.
lele phyton mempunyai ketahanan
terhadap cuaca dingin, tingkat kelangsungan hidup lebih dari 90%. FCR mencapai
1, artinya satu kilogram pakan menjadi satu kilogram daging dihitung mulai dari
benih ditebar sampai panen selama pemeliharaan 50 hari.
proyek lele phyton ini dilakukan
untuk menjawab keluhan para peternak lele di Desa Banyumundu, Kabupaten
Pandeglang. Mereka sering mengalami kerugian karena tingkat kematian yang
tinggi. Benih lele tersebut tidak cocok dibudidayakan di Desa Banyumundu yang
beriklim dingin. Dengan metode percobaan
selama lebih dari 2 tahun akhirnya mereka menemukan varietas lele yang kemudian
dinamakan lkan lele phyton. lele phyton memiliki bentuk kepala seperti ular
phyton. Pergerakannya lincah dari lele dumbo dan rasa dagingnya lebih gurih,
tidak lembek. Dari rasa, lele phyton lebih mendekati lele lokal.
lele phyton memiliki kualitas
hampir sama dengan ikan lele sangkuriang, tetapi jika dilihat dari FCR, bentuk
fisik, serta tekstur daging, lele phyton memiliki nilai tambah. Beberapa
kelebihan/keunggulan lele phyton antara lain:
1
Dengan FCR 1:1 artinya 1kg pakan akan
menghasilkan 1 kilogram bobot tubuh/daging dalam tubuh lele. Dibandingkan
dengan lele sangkuriang yang memililki FCR 1:0,81 yang artinya 1kg pakan lele
yang diberikan akan menghasilkan O,81 kilogram pada bobot tubuh lele.
2
Tingkat adaptasi serta kekebalan tubuh yang
dimiliki lele phyton ini lebih baik sehingga angka mortalitas (kematian) saat
penebaran benih dapat ditekan. Lele phyton ini juga memiliki kelebihan lain
karena dapat dibudidayakan di segala macam cuaca, iklim, dan suhu udara. Dapat
dibudidayakan pada tempat yang dingin/panas dengan kualitas yang sama baiknya. Ikan
jenis inilah yang banyak dicari oleh para pengusaha ikan lele yang membutuhkan
jenis bibit lele yang tahan banting untuk kondisi lingkungan di tempat
budidayanya.
3
Bentuk dan tekstur daging lele ini menjadi
favorit pebisnis dan konsumen ikan lele.
Dari segi rasa, dengan sedikit lemak akan didapatkan rasa daging yang lebih
gurih serta tekstur daging yang lebih empuk.


0 Response to "Jenis Ikan Lele Yang Dibudidayakan"
Post a Comment